#RoadBlog10Cities Hadir Di Yogyakarta

_DSC0401
Para Blogger Jogja

Rangkaian Road Blog 10 Cities kini sampai di kota Yogyakarta. Antusias dari para Blogger Jogja sudah tampak geliatnya sejak dibukanya pendaftaran. Dalam waktu kurang dari dua jam, formulir pendaftaran sudah melebihi quota (yang targetnya 100 Blogger).

Yogyakarta menjadi kota ke 6 yang ditunjuk sebagai tempat terselenggaranya Seminar & Workshop Excite Indonesia Roadblog 10 cities.

Acara ini diselenggarakan oleh Excite Indonesia dengan kerjasama oleh banyak sponsor, diantaranya Pegadaian, Bank SinarMas, Traveloka, Genflix.

Di Yogyakarta acara ini dilaksanakan di Sky Lounge Hotel Neo Maliobor, pada hari Sabtu, 16 April 2016. Acara yang awalnya dijadwalkan pukul 08.00 – 16.00 molor sampai Magrib dikarenakan antusias dari para Blogger Jogja.

Selain diisi oleh para sponsor, acara ini juga menghadirkan bintang tamu dari Blogger yang sudah senior di bidangnya. Sebut saja nama Sutoro dari Komunitas Blogger Jogja dan Carolin Ratih dari Rockingmama.

Di sini, Sutoro mengisi tentang tips SEO sementara Cara lebih ke viral conten.

Copywriter dan Fotografi Fesyen

Pertemuan sekaligus workshop dan kompetisi blog/ potografi bareng Harian Kompas bekerjasama dengan SCP dan Komunitas Blogger Jogja memasuki bulan ke dua. Untuk kali ini, para peserta workshop dan kompetisi blog diajak bersinggungan langsung dengan alam.

Pertemuan diadakan Sabtu Oktober 2014 di halaman Padepokan Joko Pekik; sang pelukis kondang Jogjakarta.

Seperti bulan sebelumnya, ada dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Dr. ED perwakilan SCP. Tema yang diangkat terkait Save Water.

Usai sesi pertama, dilangsungkan pembagian hadiah untuk para pemenang lomba dibulan sebelumnya.

Acara cukup meriah meski di area terbuka dan diselingi rintik gemiris yang tidak cukup ketara.

Acara selanjutnya, atau sesi kedua para peserta dibagi kedua kelompok. Kelas workshop menulis dan kelas workshop potografi. Kelas menulis dilanjutkan di bawah pohon (halaman) sementara kelas potografi di adakan di ruang tertutup.

Mahansa EGS selaku wartawan senior harian Kompas bertugas mengampu jalannya kelas menulis dengan tema Copywriter. Sementara di kelas potografi, peserta diperkenalkan dengan potografi senior bernama Budi Prast. Potografi kali ini mengangkat tema Fesyen Potografi.

Berikuti ini beberapa penjelasan yang disampaikan oleh kedua pemateri.

Copywriter

Penulis naskah iklan

Biro iklan >> berpasangan dengan art director

Kompas >> mulai pertengahan 1990-an

Produk iklan bernilai tambah

 

 

Ragam Produk Iklan Khusus

Advertorial

Korporatorial

Seremonia

Citarasa

Perjalanan Anda

Pernikahan

 

 

Proses Kerja

Cari Bahan

Menulis

Follow-up >> Approval >> Tayang

Jadwal kerja

 

 

Cari Bahan

Peliputan

Pengamatan

Wawancara

Literatur/surfing di Internet

 

Berita vs Iklan

 

BERITA:

News values

Piramida terbalik >> penting-krg penting

5 W + 1 H

Obyektif

 

IKLAN:

Sales/promo/image

Penonjolan >> kebutuhan pengiklan

Posisioning

Kualitas

 

 

Boleh vs Tidak Boleh TIDAK Boleh:

Overclaim

Perbandingan langsung

Testimonial?

 

BOLEH:

Keunggulan produk >> tidak menipu

Penonjolan >> posisioning

Kreativitas >> desain

 

Follow-up

Klien yang demanding

Mempertahankan ide

Deadline

 

 

 

Rencanakan Content

S

•Kenali kebutuhan khalayak

•Pilah-pilah dan bikin profil

T

•Evaluasi segmen yang menarik

•Tentukan target

P

•Tentukan formula yang tepat

•It’s not what you do to the product; it’s what you do to the mind

 

Customer centric

BERPIKIR seperti mereka

RELEVAN dengan mereka

Gunakan KISAH

Sentuh EMOSI

Jangan ragu tampilkan DIRI

 

 

Tips & Trik

SEO: fokus pada keyword search

Banyak melihat, banyak mendengar, banyak membaca

Jangan sok tahu >> tanya, tanya dan tanya…

Jangan terpaku pada satu gaya

Baca lagi dan lagi…

Biar klise, tetap laku: gratis

Saatnya bertindak: kunjungi, hubungi

Gugah perasaan: sempurna, indah

Alliteration: Meski telah diet ketat, berat badan ideal belum didapat

Repetisi: seperlunya

FOTOGRAFI FESYEN

FOTOGRAFI Fesyen merupakan genre fotografi yang menampilkan rangkaian kebutuhan gaya hidup manusia baik berupa make up,pakaian dan perhiasan serta pernik yang berkaitan dengannya.
Foto fesyen tidak selalu identik dengan foto peragaan buasana di atas panggung,namun pemotretan di studio maupun di alam terbuka justru lebih menarik untuk di lakukan. Jika di studio atau di alam terbuka di butuhkan kesabaran dan penguasaan penataan cahaya serta peralatan, Foto fesyen panggung membutuhkan kecepatan menangkap momen dan pengaturan komposisi yang baik serta pengaturan white balance yang sesuai .
Foto fesyen biasanya lebih bersifat komersial,karena untuk menunjang sebagai sarana promosi produk-pruduk yang baru maupun pruduk lama yang ingin di tampilkan kembali baik untuk periklanan di media outdoor maupun untuk di muat di media masa koran maupun di majalah.
Hal-hal yang perlu di persiapkan untuk pemotretan Fesyen Konsep:
• Produk/konsep
Sebelum melakukan pemotretan,tentunya fotografer harus tahu dahulu produk yang akan di foto karena dengan mengetahui produknya ini sangat memudahkan fotografer melakukan eksekusi untuk memunculkan suatu konsep tertentu.
• Lokasi
Pemilihan lokasi sangat penting,ini berkaitan dengan kesesuaian pruduk yang akan di tampilkan. Lokasi bisa di studio maupun di ruang terbuka,bebas dan tergantung selera serta kesepakatan antara Fotografer dan pengguna jasa

• Model
Pemotretan fesyen sangat lazim dengan model,baik pria maupun wanita disesuaikan dengan pruduk yang akan di tampilkan.
• Perlengkapan Fotografi
Perlengkapan fotografi tidak harus yang mahal,serta tidak perlu di bawa semua,cukup di sesuaikan dengan kebutuhan yg ada.
• Team Work
Pemotretan fesyen di butuhkan kerjasama yang baik antara beberapa rekanan,makeup artis,stylist,dan asisiten. Ini sangat memudahkan fotografer untuk bekerja.

Fotografi Fesyen on Stage
Fotografi fesyen on stage atau biasa di sebut fashion show maupun peragaan busana ini sudah sangat familiar di mata fotografer. Aksi peragaan busana identik dengan lenggak lenggok para pragawati atau pragawan memamerkan hasil karya dari desainer ini biasanya lebih bersifat jurnalistik. Karena rata-rata fotografer yang mengabadikan moment tersebut adalah fotografer dari berbagai media massa baik Koran maupun Majalah untuk kepentingan publikasi dalam acara tersebut.

Hal-hal yang perlu di persiapkan untuk pemotretan Fesyen Stage/Fesyen show:
* Pemilihan Posisi
Penempatan posisi saat pemotretan fesyen show perlu di perhatikan,di sini fotografer di tunutut untuk lebih kreatif karena tempat-tempat yang strategis biasanya sudah di booking oleh panitia baik dari tim dokumentasi maupun dari media partner. Maka kemampuan fotografer di sini lah di uji,jika bisa berpindah-pindah segera lakukan itu karena kita akan lebih banyak mendapatkan angle-angle yang lebih menarik dari berbagai sudut yang berbeda.
* Kamera dan Lensa
Pemilihan kamera dan lensa yang tepat akan memudahkan fotografer mengabadikan momen saat berlangsung. Pemakaian dua body kamera akan meringankan beban pekerjaan meski berat di badan. Karena pemotretan fesyen show membutuhkan kecepatan menangkap momen, untuk itu penggunaan lensa wide dan lensa tele sama-sama di butuhkan.
* Setting Kamera

Pemotretan fesyen show di butuhkan seting kamera yang tepat,mengingat kondisi lighting yang tidak stabil dan perubahan intensitas cahaya yang ada begitu cepat maka kecepatan pengaturan speed maupun diafragma harus selalu terjaga.

* White Balance

Pengaturan White Balance di butuhkan sesuai dengan keinginan dari masing-masing fotografer,karena ini akan menghasilkan efek yang sangat menarik. Mengingat lighting yang di gunakan dalam acara fesyen show umumnya ber inten sitas tinggi maka pemotretan tidak memerlukan flash.
*Three Pord/Mono Pord
Meski kadang menambah beban, perlengkapan tersebut kadang juga sangat di butuhkan dan penting pada pemotretan fesyen show.

 

@miniGeKa

Permalink gambar yang terpasang

Tips Dan Trik Menulis di Media Massa

 

Workshop dan Kompetisi Blogging kelima, kerja sama antara Harian Kompas, SCP (Substainable Consumption and Production) dan KBJ (Komunitas Blogger Jogja) telah berlangsung cukup meriah kemarin pada Sabtu, 17 Januari 2015 bertempat di hotel Amaris Jalan Diponegoro no. 87 Jogjakarta.

Acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 itu menghadirkan pembicara Dr. Edzard Ruhe selaku team leader dari SCP dan juga Wisnu Nugraha, wartawan senior harian Kompas.

Sebagai perwakilan dari SCP, Dr. ED biasa disapa, menjelaskan materi berupa ECO Food and Wise Waste. Artinya kurang lebih memilih bahan makanan yang ramah lingkungan dan bijak dalam memperlakukan makanan. Dalam kampanye kali ini beliau mengajak para hadirin yang terdiri dari para Blogger untuk mencintai dan menggunakan produk/ bahan makanan lokal.

“Bahan makanan lokal itu lebih segar dan ditanamnya dekat. Tidak perlu banyak-banyak menggunakan bahan kimia,” begitu ujar Dr. ED dalam presentasinya.

Intinya kita para blogger diajak untuk selalu pilih pangan yang sehat, aman dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Wisnu Nugraha memberikan materi terkait ‘Tips dan Trik Menulis di Media Massa’.

Di sini, beliau yang sudah bekerja di Kompas sejak tahun 2001 memaparkan pengalamannya bergelut di dunia jurnalis. “Bahwa cara kerja seorang wartawan adalah skeptik.”

Intinya jika kita ingin menjadi seorang penulis atau terjun di dunia jurnalis, hal pertama adalah jangan mudah percaya atau ragu. Baru setelahnya lakukan verifikasi untuk mencari kebenarannya.

Dari wartawan yang juga penulis tetralogi Pak Beye ini, dijabarkan bahwa tantangan seorang penulis adalah: logika waktu pendek, dalam ketergesaan, kedalaman terabaikan. Hal ini bisa terjadi karena prinsip 5W+1H tidak jelas keberadaannya.

Selain materi kepenulisan, juga dibacakan pemenang lomba Blogging untuk bulan sebelumnya.

Selamat untuk para pemenang lomba. Dan selamat menulis untuk semua blogger. [MIN]

Menulis Opini dan Fotografi Arsitektur

Pertemuan ke tiga dalam rangka workshop dan kompetisi blogging/ potografi sudah memasuki bulan ke tiga. Kali ini pertemuan yang dimotori Harian Kompas, SCP dan Komunitas Blogger Jogja diadakan pada Sabtu, 13 Desember 2014 di Greenhost Boutique Hotel. Acara cukup meriah dengan tempat yang tidak biasa. Kalau biasanya di termpat terbuka, pertemuan kali ini diadakan di rooftop sebuah hotel cantik nan elegan di kawasan Prawirotaman 2.

Pada kesempatan kali ini, para peserta workshop baik itu dari blogger mau pun potografi diperkenal dengan sistem Green Building.

Masih bersama Dr. ED selaku team leader SCP, memberikan materi terkait dengan Bangunan Hijau. Apa itu bangunan hijau atau green building?

Hijau di sini berarti ramah lingkungan. Sebuah bangunan dibangun dengan memperhatikan hal-hal berikut; proses produksi, penggunaan bahan baku, pada saat dikirimkan/distribusi (transport), pada pemakaian (hemat energy), pada pembuangan (bisa di-­‐recycle). Meliputi tiga element penting; pembangunan, pemakaian dan pembuangan.

 

Lebih jelasnya Dr. Ed memaparkan tentang bangunan ramah lingkungan yaitu;
1. Tidak perlu atau minimalisir penggunanaan AC
2. Angin alami (buka jendela, pintu ada ventilasi untuk aliran angin, plafon sehingga udara dapat keluar dari atap)
3. Langit Ruang tinggi
4. Tidak pakai atap seng
5. Atap pakai isolasi dll

Selain dari SCP, juga ada dua pemateri di dua kelas yang berbeda. St. Kartono yang namanya sudah tidak asing lagi, wara-wiri di harian koran mengisi materi Menulis Opini di kelas blogging. Sementara Agus Leonardus mengisi kelas potografi dengan materi Fotografi Arsitektur (Interior dan Exterior).
St. Kartono membuka materi dengan bahasan ‘kenapa menulis?’, dan terjawablah bahwa menulis mempunyai misi/arti sendiri-sendiri bagi setiap orang. Diantaranya menulis untuk menciptakan sejarah.
Terkait dengan menulis Opini, pembicara yang juga merupakan Guru di SMA Kolase Debrito ini menjelaskan bahwa opini terjadi karena merupakan tanggapan pada apa-apa yang aktual. Tujuannya untuk memberitahu, mempengaruhi, menyakinkan atau menjernihkan persoalan yang kontoversioal. Juga bisa jadi menerjemahkan masalah rumit ke dalam bahasa yang dimengerti umum.
Hadirnya opini membuat orang awam bisa lebih mencerna hal-hal yang lagi hangat dibicarakan publik.
Dalam menulis Opini, kita cukup melakukan setidaknya tiga hal; mengurai ide dengan mengolah masalah, melakukan evaluasi, dan memberikan solusi.
Lantas semua itu kita tuliskan dalam sebuah karya. Menulis dengan tahapan mempertajam topik atau mempersempit tema/ masalah yang sudah kita temukan. Selanjutnya mengambil sudut pandang penulis. Yang terakhir haruslah berdasar data yang akurat. Bukan sebuah kebehohongan atau angan yang tidak jelas.
Sementara itu di kelas potografi, Agus Leonardu sang fotografer senior, menjelaskan tentang peran potografer dan peran arsitek.
Seorang arsitek yang baik akan membuat rancangan bangunan SELARAS dengan lingkungannya dan SESAUAI dengan siapa penghuninya.

Hadirnya potografer akan memudahkan orang lain untuk melihat gambar bangunan di daerah yang mungkin belum mampu dijangkau orang lain.
Peran potografer antara lain, mendokumentasikan apa yang dirancang sang arsitek dengan tepat. Menginterpretasikannya dan menterjemahkannya dalam foto. Berinteraksi dengan karya sang arsitek dan interior designer, menghasilkan karya pribadi – kolaborasi.
“Fotografi adalah bahasa. Kita memotret berarti kita menceritakan sesuatu,” begitu ucap Agus Leonardus pada para potografer yang hadir.
“Peralatan fotografi tidak perlu yang mahal atau canggih. TRIPOD diperlukan. Baik untuk memotret siang hari, apalagi malam hari. Biasanya fotografer mempergunakan diafragma sempit – DOF luas. Dibutuhkan kejelian MATA serta imajinasi. Juga, TUJUAN kita memotret,” lanjutnya.

Tidak ketinggalan di acar itu juga dibacakan para pemenang kompetisi blog dan potografi bulan sebelumnya. [MIN]

Foto Bersama Pak ST Kartono

Suasana Seminar Bersama Bapak ST Kartono

Menulis Cerdas dan Still Life Photography

 

Sabtu, 13 September 2014 di JDV (Jogja Digital Velley) telah digelar acara Workshop dan lomba blogging yang diadakan oleh Harian Kompas, SCP bekerjasama dengan Komunitas Blogger Jogja. Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 sampai 17.00 diikuti oleh banyak kalangan blogger dan fotografer yang ada di sekitaran Jogja.

Ini merupakan pertemuan pertama dari lima pertemuan yang akan digelar selama lima bulan berturut-turut. Sepanjang bulan September 2014 sampai Januari 2015, SCP, Harian Kompas dan KBJ akan terus menggelar acara pelatihan blogging dan potografi ini.

Ada dua sesi acara. Yang pertama materi tentang Green Product yang dibawakan oleh Dr. ED selaku perwakilan dari SCP.

Usai sesi materi pertama, peserta dibagi kedalam dua kelompok. Kelompok blog dan kelompok Potografi. Di kelompok blog, materi dilanjutkan dengan materi Menulis Cerdas (Cara menulis yang enak dan menarik dibaca). Sedang di kelas potografi materi yang diusung adalah Still Life Fotografi.

 

Bapak Pepih Nugraha selaku wartawan senior dari harian Kompas menyampaikan materi terkait ‘Mengenal Berita dan Nilai-nilai Berita’. Beliau menyampaikan bahwa untuk menjadi seorang penulis (wartawan atau penulis novel/ blog dll) harus diperlukan sikap curiosity (ingin tahu), skeptic (ragu), observation, change (amati perubahan perilaku), compare (lakukan pembandingan fisik).

Sementara itu nilai sebuah berita terdiri atas:

 

  • Importance
  • Interesting
  • Prominence
  • Proximity
  • Conflict
  • Unique

 

  • Achievement
  • Magnitude
  • Actual
  • Disaster
  • Innovation
  • Sex

 

Prisip Berita

  1. Ditulis untuk orang lain
  2. Selalu menggunakan orang ketiga (ia, mereka)
  3. Selalu mempunyai sumber
  4. Sumber harus jelas dicantumkan (faktual)
  5. Sebaiknya ada kutipan
  6. Perlu memperhatikan konteks
  7. Bahasa: Sederhana, jelas, ringkas, padat, runut
  8. Mudah dimengerti

 

Lanjut, di kelas Potografi, Jhonny Hendarta menyampaikan point-point tentang teknik membuat poto serasa hidup, still life.

 

UNTUK MELAKUKAN PEMOTRETAN STILL-LIFE, PERLU KIRANYA MEMPERHATIKAN :

1.KOMPOSISI / PENYUSUNAN BENDANYA

– Focus of Interest & Selective Focus

– Balance / Statis / Dinamis / Diagonal dll.

– The Golden Rule <1/3 – 2/3 >

 

2. PENGGUNAAN KAMERA + LENSA YANG TEPAT :

– KAMERA JENIS APA YANG TEPAT < COMPACT / DSLR >

– LENSA DENGAN EFEKNYA :

* EFEK LUAS / SEMPITNYA RUANG TAJAMNYA

* EFEK DISTORSI YANG DITIMBULKAN

* PENGGUNAAN SPECIAL LENS

< PC Lens = Perspective Correction Lens >

3. HARUSKAH PAKAI TRIPOD ?

– KALAU UNTUK BENDA YANG KITA ATUR DI STUDIO,

TRIPOD MERUPAKAN KEBUTUHAN MUTLAK, AGAR ANGEL of VIEW,

KOMPOSISI, DAN CAHAYA DAPAT DIATUR / DIKONTROL DENGAN

BENAR & BAIK.

 

-UNTUK PEMOTRETAN DI LUAR / TEMPAT UMUM YANG TIDAK DAPAT

DIATUR DAN DIRUBAH / DIPINDAH, KITA HARUS MENYESUAIKAN DIRI, BISA PAKAI / TIDAK.

 

4. PENGGUNAAN CAHAYA YANG SESUAI DENGAN KONSEP / TUJUAN :

– JENIS CAHAYA < KONSTAN atau FLASH >

– SIFAT / KARAKTER CAHAYA < HARD / SOFT >

– ARAH CAHAYA < FRONT, SIDE, BACK, TOP, BOTTOM >

– INTENSITAS CAHAYA & RATIO / KONTRAS CAHAYA

– PANAS WARNA CAHAYA < WB >

5. PEMANFAATAN FITUR KAMERA, SEPERTI :

– PENGGUNAAN ‘Depth of Field’ Preview Button

– SETTING UNTUK MENIMBULKAN EFEK TERTENTU

– FITUR MULTI-EXPOSURE / IMAGE OVERLAY … dll

– MASIH BANYAK FITUR YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENGHEMAT

WAKTU EDITTING PADA SAAT POST-PRODUCTION

salah satu peserta berfoto dengan Mas Pepih Nugraha

Saat Peserta mengikuti Seminar