Jumpa Media Bale Bebek (Roemah Boemboe)

Rabu, 11 Oktober 2017, berbagai media resmi (cetak & elektronik) maupun non-resmi seperti bloger diundang dalam acara jumpa media bersama Bale Bebek yang berada di bawah naungan Bale Ayu Group. Sehari sebelumnya, Bale Bebek juga mengundang pecinta kuliner (foodiest) dalam format acara yang sama.

Jumpa media tersebut bertujuan untuk mengenalkan jenama baru Bale Bebek yang sebelumnya bernama Roemah Boemboe.

Pak Yudhiono
Pak Yudhiono selaku Director Operational Bale Ayu Group menceritakan sekilas tentang Bale Ayu Group dan Bale Bebek

Pergantian nama ini memantabkan Bale Bebek mengubah citra diri untuk fokus pada masakan bebek dengan aneka rasa. Walapun begitu, beberapa menu olahan lain seperti ayam dan ikan yang ada pada Roemah Boemboe tetap dihadirkan pada Bale Bebek sebagai alternatif.

“Berdasarkan riset, di Jogjakarta, rata-rata tumbuh dua buah warung setiap minggunya. jenisnyapun beragam. Tapi, belum banyak warung yang khusus mengolah aneka masakan bebek. Ini merupakan peluang untuk Bale Ayu Group.”

– Bapak Yudhiono, Director Operational Bale Ayu Group

Dari 15 menu olahan bebek yang ada di Roemah Boemboe, kini dipampatkan menjadi 9 menu saja. Menu baru tersebut diambil berdasarkan kesukaan pelanggan Roemah Boemboe terdahulu. Pengerucutan menu ini bertujuan agar tidak membingungkan pelanggan dalam memilih menu.

Adapaun sembilan rasa yang tersedia pada Bale Bebek adalah Bebek Woku (favorit), Bakar Madu, Trasi, Barbeque, Pedas Spesial, Rica-rica, Bakas Pedas, dan Goreng.

Pak Willy
Pak Wiliy bercerita pengalamannya dalam dunia kuliner dan implementasi resepnya pada Bale Ayu Group

Ada dua hal utama yang menjadi latar perubahan nama Roemah Boemboe menjadi Bale Bebek.

Pertama, karena menggunakan ejaan bahasa Indonesia lama, pelanggan seringkali terpeleset mengucapkan boemboe (bumbu) menjadi bambu.

Alasan kedua yang cukup krusial, orang seringkali salah kaprah akan produk yang dijual oleh Roemah Boemboe. Sebagian dari mereka beranggapan kalau Roemah Boemboe menjual bumbu mentah untuk berbagai jenis masakan.

Tiga varian menu di Bale Bebek
Tiga varian menu di Bale Bebek

Kedua alasan di atas juga didukung oleh alasan perlunya mengedapankan menu andalan (dalam hal ini berupa bebek), serta mengikutsertakan jenama Bale Ayu Group dalam pada Bale Bebek. Penggunaan jenama Bale Ayu Group sendiri dapat dilihat pada pemauatan kata “Bale” serta logo yang menggunakan huruf “e” sebagai lambang gelombang air yang bermakna Experience.

Sebagai informasi tambahan, Bale Ayu Group membawahi empat buah jenama resto, yaitu:

  1. Bale Ayu dengan konsep Resto Keluarga dengan menu andalan Gurame.
  2. Bale Bebakaran yang cenderung untuk anak muda kekinian.
  3. Bale Giwangan dengan menu masakan padang.
  4. Serta yang terakhir, Bale Bebek dengan ciri khas aneka masakan bebek.

Di Jogjakarta, ada beberapa resto yang menggunakan nama Bale. Nah, dari sekilas informasi di atas, diharapkan pembaca mengetahui mana saja jenama yang berada di bawah naungan Bale Ayu Group.

***

Galeri acara dapat dilihat dan diunduh pada tautan berikut: Mega Sync.

About Dedy Yugo Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala. Berbagi cerita perjalanan melalui www.bajalanan.com.

View all posts by Dedy Yugo Purwanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *