Mata Baru di Dagadu Djokdja

Beberapa tahun silam, ketika saya masih tinggal di Kalimantan, sering rasanya dapat tawaran dari kolega atau saudara yang melancong ke Yogyakarta. “Mau oleh-oleh Jogja? Kaos Dagadu?”, begitu kata mereka. Dan, saya pasti selalu mengiyakan. Alhasil, setiap mereka pulang dari Tanah Jawa, saya selalu mendapatkan sebuah kaos dengan logo mata di bagian bawah kerah bajunya, tanpa tahu kaos tersebut asli atau bajakan.

Yogyatourium
Yogyatourium

Minggu lalu, tepatnya tanggal 10 Desember, saya bersama beberapa anggota KBJ diundang pada acara jumpa media di Yogyatourium dalam rangka re-branding (menjenama ulang?) Dagadu. Acara ini bertujuan untuk mengenalkan beberapa hal baru pada media seputar perubahan dan inovasi jati diri mereka.

Pilihan nama Dagadu bermula dari salah seorang di antara mereka yang mengumpat dalam bahasa slang khas Yogyakarta, yaitu kata “dagadu” yang berarti “matamu”. Wikipedia.org

Salah satu yang paling mencolok dalam perubahan adalah logo mata yang biasanya tayang di bagian bawah kerah kaos (atau suvenir lainnya) yang mereka produksi. Jika dahulu bentuk logonya berupa mata dilengkapi dengan bulu mata serta tulisan Dagadu ® Djokdja, sekarang bentuknya lebih sederhana dan lebih datar. Seperti logo Jogja yang mengusung konsep salad bowl, Dagadu juga menerapkan hal yang serupa pada logo mereka. Hal ini memungkinkan warna logo dapat diubah sesuai dengan dengan tema yang digunakan pada media.

Logo Dagadu
Perubahan logo lama ke logo baru

Selain perubahan mencolok pada logo, beberapa perubahan juga disematkan pada Yogyatourium dengan menambahkan beberapa ornamen dan mural khas Jogja pada bagian tiang dan dinding bangunan Yogyatourium.

Pada peluncuran mata baru Dagadu, diselenggarakan beberapa acara hiburan lainnya seperti lomba foto model, games, sampai dengan penampilan group band.

Implementasi logo Dagadu yang dibalut dalam permainan seru

Seperti acara pertama misalnya, yang mana diadakan press release oleh pendiri Dagadu dimulai dari pukul 10.00. Pada acara pertama ini, beberapa pembicara secara bergantian menceritakan sejarah berdirinya Dagadu, perjalanan sampai sekarang, sampai dengan visi dan misi yang akan dilakukan di masa mendatang.

Jumpa media
Jumpa media dan berbagi cerita

Sembari menunggu rangkaian acara selanjutnya, kami dipersilakan untuk menikmati hidangan khas ala kafe Dagadu, Kedai Kolega namanya.

Kedai Kolega

Di perhelatan kosong seselesainya makan siang, saya sempatkan untuk melihat-lihat beberapa peseni yang mengayunkan kuas penuh cat dioleskan pada dinding dan tiang yang ada di Yogyatourium. Inilah salah satu bentuk mata baru dari Dagadu. Kegiatan peseni ini sendiri sengaja dilakukan pada hari H agar pengunjung (khususnya media), dapat melihat langsung tranformasi Dagadu yang lama menuju jenamabaru.

Peseni Dagadu
Peseni yang sedang beraksi

Acara selanjutnya merupakan salah satu yang dinanti, khususnya para fotografer. Lomba foto model. Terdapat 4 model wanita yang dapat dijadikan objek foto dengan latar mural khas Yogyakarta. Pun selain latar yang menarik, juga disedikan beberapa properti (yang lagi-lagi tak jauh dari Jogja) yaitu becak.

Berburu model
Berburu model

Oh ya, selain 4 model cantik tersebut, sebelumnya juga ada sepasang model Pantomim. Hal paling menarik dari model Pantomim tersebut adalah ketika mereka berantem dengan suara gaduhnya. 😛

Pamtomim
Sepasang Pantomim yang sedang bertengkar

Berhubung ada tempat lain yang harus didatangi, acara selanjutnya tidak saya ikuti sampai tuntas. Jika sesuai jadwal, berdasarkan informasi tim Dagadu, acara re-branding menuju mata baru semestinya berakhir pada pukul 22.00.


Sebagai informasi tambahan buat kamu yang belum pernah ke Yogyakarta. Saat ini Dagadu tidak hanya menjual kaos saja, namun juga menjual berbagai macam cinderamata seperti gantungan kunci dengan ciri khas Dagadu & Jogja, buku catatan, serta aneka tas lucu.

Khusus dalam acara Mata Baru, tersedia juga beberapa lapak mitra Dagadu menjajakan berbagai jenis produk sebagai suvenir unik nan menarik.

About Dedy Yugo Purwanto

Bagi saya, keindahan itu sederhana. Kota asing di senja dengan langit birunya, serta lampu jalanan yang sudah mulai menyala. Berbagi cerita perjalanan melalui www.bajalanan.com.

View all posts by Dedy Yugo Purwanto →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *