Menulis Cerdas dan Still Life Photography

 

Sabtu, 13 September 2014 di JDV (Jogja Digital Velley) telah digelar acara Workshop dan lomba blogging yang diadakan oleh Harian Kompas, SCP bekerjasama dengan Komunitas Blogger Jogja. Acara yang berlangsung dari pukul 13.00 sampai 17.00 diikuti oleh banyak kalangan blogger dan fotografer yang ada di sekitaran Jogja.

Ini merupakan pertemuan pertama dari lima pertemuan yang akan digelar selama lima bulan berturut-turut. Sepanjang bulan September 2014 sampai Januari 2015, SCP, Harian Kompas dan KBJ akan terus menggelar acara pelatihan blogging dan potografi ini.

Ada dua sesi acara. Yang pertama materi tentang Green Product yang dibawakan oleh Dr. ED selaku perwakilan dari SCP.

Usai sesi materi pertama, peserta dibagi kedalam dua kelompok. Kelompok blog dan kelompok Potografi. Di kelompok blog, materi dilanjutkan dengan materi Menulis Cerdas (Cara menulis yang enak dan menarik dibaca). Sedang di kelas potografi materi yang diusung adalah Still Life Fotografi.

 

Bapak Pepih Nugraha selaku wartawan senior dari harian Kompas menyampaikan materi terkait ‘Mengenal Berita dan Nilai-nilai Berita’. Beliau menyampaikan bahwa untuk menjadi seorang penulis (wartawan atau penulis novel/ blog dll) harus diperlukan sikap curiosity (ingin tahu), skeptic (ragu), observation, change (amati perubahan perilaku), compare (lakukan pembandingan fisik).

Sementara itu nilai sebuah berita terdiri atas:

 

  • Importance
  • Interesting
  • Prominence
  • Proximity
  • Conflict
  • Unique

 

  • Achievement
  • Magnitude
  • Actual
  • Disaster
  • Innovation
  • Sex

 

Prisip Berita

  1. Ditulis untuk orang lain
  2. Selalu menggunakan orang ketiga (ia, mereka)
  3. Selalu mempunyai sumber
  4. Sumber harus jelas dicantumkan (faktual)
  5. Sebaiknya ada kutipan
  6. Perlu memperhatikan konteks
  7. Bahasa: Sederhana, jelas, ringkas, padat, runut
  8. Mudah dimengerti

 

Lanjut, di kelas Potografi, Jhonny Hendarta menyampaikan point-point tentang teknik membuat poto serasa hidup, still life.

 

UNTUK MELAKUKAN PEMOTRETAN STILL-LIFE, PERLU KIRANYA MEMPERHATIKAN :

1.KOMPOSISI / PENYUSUNAN BENDANYA

– Focus of Interest & Selective Focus

– Balance / Statis / Dinamis / Diagonal dll.

– The Golden Rule <1/3 – 2/3 >

 

2. PENGGUNAAN KAMERA + LENSA YANG TEPAT :

– KAMERA JENIS APA YANG TEPAT < COMPACT / DSLR >

– LENSA DENGAN EFEKNYA :

* EFEK LUAS / SEMPITNYA RUANG TAJAMNYA

* EFEK DISTORSI YANG DITIMBULKAN

* PENGGUNAAN SPECIAL LENS

< PC Lens = Perspective Correction Lens >

3. HARUSKAH PAKAI TRIPOD ?

– KALAU UNTUK BENDA YANG KITA ATUR DI STUDIO,

TRIPOD MERUPAKAN KEBUTUHAN MUTLAK, AGAR ANGEL of VIEW,

KOMPOSISI, DAN CAHAYA DAPAT DIATUR / DIKONTROL DENGAN

BENAR & BAIK.

 

-UNTUK PEMOTRETAN DI LUAR / TEMPAT UMUM YANG TIDAK DAPAT

DIATUR DAN DIRUBAH / DIPINDAH, KITA HARUS MENYESUAIKAN DIRI, BISA PAKAI / TIDAK.

 

4. PENGGUNAAN CAHAYA YANG SESUAI DENGAN KONSEP / TUJUAN :

– JENIS CAHAYA < KONSTAN atau FLASH >

– SIFAT / KARAKTER CAHAYA < HARD / SOFT >

– ARAH CAHAYA < FRONT, SIDE, BACK, TOP, BOTTOM >

– INTENSITAS CAHAYA & RATIO / KONTRAS CAHAYA

– PANAS WARNA CAHAYA < WB >

5. PEMANFAATAN FITUR KAMERA, SEPERTI :

– PENGGUNAAN ‘Depth of Field’ Preview Button

– SETTING UNTUK MENIMBULKAN EFEK TERTENTU

– FITUR MULTI-EXPOSURE / IMAGE OVERLAY … dll

– MASIH BANYAK FITUR YANG DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENGHEMAT

WAKTU EDITTING PADA SAAT POST-PRODUCTION

salah satu peserta berfoto dengan Mas Pepih Nugraha

Saat Peserta mengikuti Seminar

Author: Darmini

Blogger juga penulis Novel Abnormal Stand By Me [Kau dan Aku tak Terpisahkan] Le Mannequin [Hatiku Tidak Ada di Paris] Pameran Patah Hati follow @miniGeKa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *