Menulis Opini dan Fotografi Arsitektur

Pertemuan ke tiga dalam rangka workshop dan kompetisi blogging/ potografi sudah memasuki bulan ke tiga. Kali ini pertemuan yang dimotori Harian Kompas, SCP dan Komunitas Blogger Jogja diadakan pada Sabtu, 13 Desember 2014 di Greenhost Boutique Hotel. Acara cukup meriah dengan tempat yang tidak biasa. Kalau biasanya di termpat terbuka, pertemuan kali ini diadakan di rooftop sebuah hotel cantik nan elegan di kawasan Prawirotaman 2.

Pada kesempatan kali ini, para peserta workshop baik itu dari blogger mau pun potografi diperkenal dengan sistem Green Building.

Masih bersama Dr. ED selaku team leader SCP, memberikan materi terkait dengan Bangunan Hijau. Apa itu bangunan hijau atau green building?

Hijau di sini berarti ramah lingkungan. Sebuah bangunan dibangun dengan memperhatikan hal-hal berikut; proses produksi, penggunaan bahan baku, pada saat dikirimkan/distribusi (transport), pada pemakaian (hemat energy), pada pembuangan (bisa di-­‐recycle). Meliputi tiga element penting; pembangunan, pemakaian dan pembuangan.

 

Lebih jelasnya Dr. Ed memaparkan tentang bangunan ramah lingkungan yaitu;
1. Tidak perlu atau minimalisir penggunanaan AC
2. Angin alami (buka jendela, pintu ada ventilasi untuk aliran angin, plafon sehingga udara dapat keluar dari atap)
3. Langit Ruang tinggi
4. Tidak pakai atap seng
5. Atap pakai isolasi dll

Selain dari SCP, juga ada dua pemateri di dua kelas yang berbeda. St. Kartono yang namanya sudah tidak asing lagi, wara-wiri di harian koran mengisi materi Menulis Opini di kelas blogging. Sementara Agus Leonardus mengisi kelas potografi dengan materi Fotografi Arsitektur (Interior dan Exterior).
St. Kartono membuka materi dengan bahasan ‘kenapa menulis?’, dan terjawablah bahwa menulis mempunyai misi/arti sendiri-sendiri bagi setiap orang. Diantaranya menulis untuk menciptakan sejarah.
Terkait dengan menulis Opini, pembicara yang juga merupakan Guru di SMA Kolase Debrito ini menjelaskan bahwa opini terjadi karena merupakan tanggapan pada apa-apa yang aktual. Tujuannya untuk memberitahu, mempengaruhi, menyakinkan atau menjernihkan persoalan yang kontoversioal. Juga bisa jadi menerjemahkan masalah rumit ke dalam bahasa yang dimengerti umum.
Hadirnya opini membuat orang awam bisa lebih mencerna hal-hal yang lagi hangat dibicarakan publik.
Dalam menulis Opini, kita cukup melakukan setidaknya tiga hal; mengurai ide dengan mengolah masalah, melakukan evaluasi, dan memberikan solusi.
Lantas semua itu kita tuliskan dalam sebuah karya. Menulis dengan tahapan mempertajam topik atau mempersempit tema/ masalah yang sudah kita temukan. Selanjutnya mengambil sudut pandang penulis. Yang terakhir haruslah berdasar data yang akurat. Bukan sebuah kebehohongan atau angan yang tidak jelas.
Sementara itu di kelas potografi, Agus Leonardu sang fotografer senior, menjelaskan tentang peran potografer dan peran arsitek.
Seorang arsitek yang baik akan membuat rancangan bangunan SELARAS dengan lingkungannya dan SESAUAI dengan siapa penghuninya.

Hadirnya potografer akan memudahkan orang lain untuk melihat gambar bangunan di daerah yang mungkin belum mampu dijangkau orang lain.
Peran potografer antara lain, mendokumentasikan apa yang dirancang sang arsitek dengan tepat. Menginterpretasikannya dan menterjemahkannya dalam foto. Berinteraksi dengan karya sang arsitek dan interior designer, menghasilkan karya pribadi – kolaborasi.
“Fotografi adalah bahasa. Kita memotret berarti kita menceritakan sesuatu,” begitu ucap Agus Leonardus pada para potografer yang hadir.
“Peralatan fotografi tidak perlu yang mahal atau canggih. TRIPOD diperlukan. Baik untuk memotret siang hari, apalagi malam hari. Biasanya fotografer mempergunakan diafragma sempit – DOF luas. Dibutuhkan kejelian MATA serta imajinasi. Juga, TUJUAN kita memotret,” lanjutnya.

Tidak ketinggalan di acar itu juga dibacakan para pemenang kompetisi blog dan potografi bulan sebelumnya. [MIN]

Foto Bersama Pak ST Kartono

Suasana Seminar Bersama Bapak ST Kartono

About Darmini

Blogger juga penulis Novel Abnormal Stand By Me [Kau dan Aku tak Terpisahkan] Le Mannequin [Hatiku Tidak Ada di Paris] Pameran Patah Hati follow @miniGeKa

View all posts by Darmini →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *