Suara Blogger tentang BBM

Suara Blogger tentang BBM – Bahan Bakar Minyak atau disingkat BBM memang menjadi berita panas dalam beberapa hari ini. Banyak aksi penolakan kenaikan BBM yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia khususnya mahasiswa dari berbagai daerah. Di Wilayah Yogyakarta sendiri Gerakan Mahasiswa Pembebasan menggelar aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM di halaman gedung DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Senin (26/03/2012). Dan pada hari Jumat (30/12/2012), puluhan perempuan yang tergabung dalam Jaringan Perempuan Yogyakarta (JPY) membacakan petisi menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM di pusat studi kependudukan dan kebijakan (PSKK) UGM. Dari sisi pemerintah pun sangat sulit menentukan keputusan tentang kenaikan BBM. Namun berdasarkan berita hari ini, Rapat Paripurna DPR sepakat menunda kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada 1 April 2012.

Yang menarik disini adalah dari sisi dunia maya, para hacker pun melancarkan aksinya dengan melakukan pembobolan situs. Dari berita yang saya peroleh si pelaku melakukan deface dengan menggunakan foto Presiden SBY dan memberikan pesan yang ditinggalkan berbunyi, “BBM NAIK SBY TURUN JABATAN ! Pilih Rakyat apa Kapitalis Pak !?,”. (sumber:detikinet.com)

Dari sekelumit Informasi kenaikan BBM ini, lalu apa ada yang ingin berpendapat dari teman-teman Komunitas Blogger Jogja. Hal ini sekedar intermezzo saja dan mengikuti berita terkini.

About adi pradana

Kidal, begitu panggilan akrab dari teman-teman. Seorang Blogger yang ingin mencari dan berbagi ilmu serta mencari banyak teman.

View all posts by adi pradana →

5 Comments on “Suara Blogger tentang BBM”

  1. Sebenarnya, harga BBM di Indonesia dengan harga BBM dunia itu sudah sangat jauh. Kalo ga salah udah 112 dollar per barrel. Dan dengan harga 4500 rupiah saya rasa pemerintah banyak merugi. Kecuali ladang minyak di negara kita diambil alih oleh Pertamina semuanya. Pasti harga BBM di Indonesia bisa lebih murah lagi.

  2. Bagi saya, persoalan BBM adalah sebuah ironi. Sebenarnya siapa yang harus disubsidi jika masih saja kita melihat pemilik mobil-mobil mewah yang semakin banyak saja jumlahnya enggan beralih ke pertamax dan lebih memilih premium bersubsidi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *